Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Thursday, July 13, 2006

Self Healing and Recovery Therapy

Setiap orang pasti pernah mengalami perlakuan dan situasi yang menyakitkan, namun tidak semua orang mau dan mampu secara tulus memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. Termasuk juga melupakan takdir perjalanan hidup yang tidak menggembirakan. Atau mungkin juga tidak mau memaafkan diri sendiri, dan meyakini hikmah di balik takdir Allah SWT untuk kemudian bisa menerimanya dengan “legowo” (ikhlas).

Proses memaafkan, baik memaafkan orang lain maupun memaafkan diri sendiri, memerlukan kerja keras, kemauan kuat, dan latihan mental (riyadhatun nafs). Karena ini menyangkut soal “hati” (qalb) yang sangat reaktif terhadap stimulant dari luar. Kemampuan manajemen maaf akan membantu kita untuk bisa menikmati hidup dengan lebih indah dan memupuk keluhuran jiwa dan citra diri. Kemampuan memaafkan ini akan membantu kita, khususnya kaum hawa -yang diibaratkan bagai tulang rusuk yang mudah patah :) - untuk lebih ”lentur” sehingga tidak gampang patah, tidak mudah hancur hidupnya, tidak mudah putus tali persahabatan dan kekeluargaannya.

Manajemen maaf merupakan bagian dari ”self healing and recovery therapy” (terapi penyembuhan diri). Ada empat tahapan dari self healing and recovery, yaitu: membalut luka hati, meredakan kebencian/amarah, terapi penyembuhan, dan tahap terakhir yaitu berjalan dan hidup bersama kembali.

Tahap pertama,membalut luka. Sakit hati/kecewa/rasa bersalah yang kita biarkan ibarat luka yang tidak pernah diobati, yang akan mengambil kebahagiaan dan ketentraman hati kita (misal kisah sahabat saya yang tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, akhirnya mengalami depresi, baca di sini), bahkan mungkin mengambil hidup kita. Cobalah menenangkan diri dan sedikit melupakan sakit hati dengan melakukan hal-hal yang kita sukai, bergaul dengan banyak orang, dll.

Tahap kedua, meredakan benci/amarah dan mencoba memaafkan orang lain ataupun memaafkan diri kita sendiri. Berusaha memahami alasan orang lain melakukan tindakan yang menyakitkan tadi atau mencarikan dalih baginya (mencoba husnuzhan-berbaik sangka). Ada pepatah mengatakan, “sebelum menjustifikasi saudara kita, cobalah untuk husnuzhan, carilah 1000 alasan yang mungkin menyebabkan dia melakukan hal itu, hingga akhirnya kita bisa memakluminya.” Begitu juga kalau kita merasa marah pada diri sendiri, coba untuk memaafkan dan memahami alasan kita sendiri.

Tahap ketiga, masa penyembuhan, diistilahkan masa berdamai dengan diri sendiri. Kadang masa ini butuh waktu lumayan lama .... jangan putus asa ketika sudah beberapa minggu koq belum sembuh juga, ketika teringat peristiwa itu masih merasa sakit. It’s ok! Beri kesempatan dan waktu lebih pada diri kita sendiri….

Tahap terakhir, kembali berjalan dan hidup bersama. Ketika sudah pulih, kita bisa berinteraksi lagi dengan normal, seolah-olah tidak pernah ada masalah. Kuncinya adalah belajar menerima secara obyektif dan positif. Pegang prinsip bahwa tidak ada manusia yang sempurna, semua dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, sangat berhak untuk dihargai sebagaimana mestinya. Penghargaan kita yang tulus akan berbuah perhatian darinya. Bukankah satu lawan itu sudah sangat banyak, sedangkan seribu kawan terasa kurang?

Ada pepatah,
”Jangan berlebihan dalam menyukai sesuatu karena mungkin suatu saat kau akan membencinya. Dan jangan berlebihan ketika membenci sesuatu karena mungkin suatu saat kau akan mencintainya pula.”

Ada rumus kebahagiaan *
(rumus ini bisa berlaku di setiap saat, di semua tempat, dan dalam situasi apapun – tidak perlu dikonversi, karena satuannya sudah jelas, yaitu bahagia per ikhlas :) )
“Harapan yang lebih besar dari kenyataan akan membuat kita kecewa.
Sedangkan harapan yang lebih kecil dari kenyataan akan membuat kita bahagia.
Minimalkan harapan dan ketergantungan kita terhadap seseorang atau sesuatu, sehingga kita tidak akan terlalu kecewa.
Sandarkan harapan, apalagi ketergantungan kita hanya pada Allah SWT, insya Allah kita tidak akan pernah kecewa dan selalu bahagia” HasbunAllah wa ni’mal wakil
.


*ini rumus bahagia dari seorang sahabat.
afwan, sering nyuplik kata-kata antum tanpa izin.

Monday, July 10, 2006

Life is beautiful

Life is beautiful,
La vita e bella,
Hidup ini indah....


Selama ini saya berusaha memandang segala sesuatunya dengan indah. Bahwa dibalik mendung masih ada langit yang biru.Bahwa setelah hujan datang, mungkin akan datang pelangi. Bahwa setelah gelap malam, maka mentari pagi akan menyapa dengan hangat.
Bahwa ujian adalah suatu keniscayaan, apapun bentuknya, ujian berupa kemudahan atau pun kesulitan.

Namun pernah sekitar dua tahun yang lalu, ketika terlibat secara mendalam dalam permasalahan keluarga seorang teman, saya jadi sulit melihat bahwa hidup itu indah. Masalah yang dihadapi memang kompleks sekali, masalah kedua orangtuanya, adik-adiknya yang ”bermasalah”, masalah finansial, kuliahnya keteteran, kesehatannya juga yang sering drop.... sepertinya masalah tiada habis-habisnya.

Saya yang biasa melihat segala sesuatunya itu indah, benar-benar jadi berubah. Jadi tahu bahwa ternyata di luar ada hal yang berbeda. Menyadari bahwa tidak semua orang baik hati seperti kelihatannya, melihat bahwa sering ada ketidaktulusan-ada udang di balik batu, juga melihat bahwa ada orang yang mengungkapkan sayang dengan makian dan amarah (?), bahwa di sekitar kita mungkin ada saudara yang benar-benar tidak bisa makan, tapi kita tak pernah tahu (atau tak mau tahu?!) , bahwa ada juga orang yang puas hidup dengan gengsi, walaupun dia kelaparan, dan setiap hari penuh keluhan dan air mata. Bahwa hujan bisa datang kapan saja, bahwa rumput tak selalu hijau, dan pohon kadang kering meranggas. Pokoke dunia seperti berbalik 180 derajat, sama sekali tidak indah.

Setelah beberapa saat, seorang mbak yang dekat dengan saya, mengajak saya untuk menjauh dan mengambil jarak. Mengajak saya seperti biasa kalo lagi stag, melihat dari sudut pandang yang berbeda. Akhirnya saya bisa kembali melihat lebih obyektif. Dan juga punya cara pandang baru, bahwa dibalik sesuatu pasti ada makna yang tersembunyi, baik positif maupun negatif. Bahwa tidak selamanya hidup ini nampak indah seperti kelihatannya.

Ketika gempa kemarin terjadi di tanah kelahiran saya, merupakan bagian dari pembelajaran tt alam, manusia, juga tt Allah-Rabb kita. Bahwa selain ArRahmaan-ArRahiim maka Allah punya sifat Rabb al ’alamin. Selain Maha Pengasih dan Penyayang, maka Allah adalah Maha Penguasa Alam semesta, Maha Perkasa, Maha Berkehendak. Tapi ArRahmaan-ArRahiimnya selalu mendahului murkaNya. Walaupun membawa kedukaan, tapi bencana itu mengajarkan pada manusia tentang indahnya ukhuwah, indahnya ketika bisa memberi, indahnya ketika kita bisa qanaah, itsar, dan ikhlas dengan ketentuan Allah.

Jadi sampai saat ini saya masih berusaha untuk selalu melihat bahwa hidup ini indah. Karena hal itu akan membawa saya untuk berusaha selalu mensyukuri apa yang telah Allah karuniakan. Apapun kejadian yang kita alami, ketika keyakinan bahwa apa yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita, maka akan selalu ada ruang untuk bahagia di setiap detik perjalanan kita. Dan memang life is beautiful, namun kini dimaknai lebih mendalam.... bahwa hidup akan berisi hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, kemudahan dan kesulitan, ujian dan karunia, ketakutan dan kebahagiaan. Yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya agar kepedihan tidak terlalu pedih, dan kegembiraan tidak membuat kita lalai. Apapun keadaannya, mencoba senantiasa bersyukur, ’ala kulli hal alhamdulillah. Ketika pena telah diangkat, dan lembaran telah kering. Qadarallah maa sya-a fa’al. Setiap yang telah dan akan terjadi telah tercatat dalam ketentuanNya. Qada’ dan qadar Allah akan terus berlaku pada kita, namun Allah akan selalu membekali kita dengan kekuatan yang terkadang tidak pernah kita sadari....


Buat "seseorang", yang telah mengajari saya banyak hal, meski tanpa ia sadari
Jazakumullah khairan jaza’
Afwan jiddan atas semua khilaf, lisan maupun prasangka.

Buat semuanya siapapun anda, yakinlah bahwa selalu ada ruang untuk bahagia bagi kita semua.

Setiap Orang Adalah Penting

Seorang manager memberi tahu karyawannya tentang betapa pentingnya ia bagi perusahaan dengan menulis memo sebagai berikut :

Kamu adalah orang pxnting

Mxskipun mxsin kxtikku modxl kuno, tapi ia dapat bxkxrja dxngan baik, kxcuali satu huruf saja.

Kau mungkin bxrpikir bahwa jika sxmua huruf dapat bxkxrja dxngan baik dan hanya satu saja yang rusak, maka tidak ada yang akan mxmpxrhatikan. Tapi txrnyata kxrusakan pada satu huruf saja dapat mxnghancurkan sxmua usaha yang txlah dirintis.

Kau mungkin bxrbicara dalam hati, “Ahh… aku hanyalah satu orang. Mustahil ada yang mxmpxrhatikan apabila aku tidak bxrsungguh-sungguh”. Tapi sxsungguhnya hasilnya akan sangat bxrbxda. Sxbab, untuk mxmiliki suatu lxmbaga yang xfxktif, suatu organisasi harus didukung olxh sxmua anggotanya dxngan sxgxnap kxmampuan mxrxka.

Jadi, jika lain kali kau mxnganggap dirimu tidak pxnting, maka ingatlah mxsin kxti kunoku ini.

Kamu adalah orang pxnting…!!!

(Author unknown)

Tetaplah Disini Saudaraku…., Kembalilah Ke sini Saudaraku….

Teruntuk seluruh saudaraku.....

Kembalilah ke sini saudaraku....
Untuk saudaraku yang telah pergi, kalau aku boleh meminta, maka aku pinta padamu untuk kembali. Sungguh aku khawatir dengan kesendirianmu. Kita tidak pernah yakin bahwa jalan kita akan lurus-lurus saja, karena itu kita butuh saudara-saudara yang lain untuk menemani dan mengingatkan kita. Kenapa kekecewaan membuatmu insilakh? Bukankah dulu kau pernah berkomitmen untuk memperbaiki dan menambal kapal ini jika kau menemukan kebocoran, bukan justru kamu terjun sendirian ke tengah laut? Tidakkah kau rindu masa-masa kebersamaan kita, dan janji-janji kita untuk saling menguatkan??? Saudaraku, kapanpun kau merasa rindu dan siap untuk kembali, kami tetap menanti datangnya saat itu. Dan bila masa itu tiba, kan kami sambut kau dengan senyuman, dan akan kita nyanyikan kembali lagu dakwah kita yang mungkin telah kau lupa alunan syairnya....

Teruntuk seluruh saudaraku, juga untuk saya sendiri....
Tetaplah Disini Saudaraku....
ini nyuplik dari sini
saudaraku, entahlah terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang...
Apapun ceritanya, ana, antum, dan seluruh ikhwah di bumi belahan manapun dia berada... mari kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar TARBIYAH ini...Allahumma amien

Tetaplah disini saudara/i ku...........Dijalan keimanan ini........dijalan keislaman ini................Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini.........sampai usai.............Kita semua mungkin sudah letih....Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku......Tapi .... bersiaplah disini.......Jangan sekali-kali kita menjauh......Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini....Jauh lebih banyak ... ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ......Keindahan disini.... jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu

Saudara/i ku ...................Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan disaat kita mendapatkan ujian....Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin......Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat.....Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.....

Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama... Saudara/i ku....Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah......Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua..............Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah ......Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih tinggi....Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????........

Tetaplah disini saudara/i ku...........Tetaplah di jalan ini .... jalan keislaman ......... jalan keimanan..........Tetaplah di jalan ini..........Walau hati ini perih........walau jasad ini sakit....Tetaplah di jalan ini ..............Walau remuk tulang-tulang kita........ walau runtuh sendi-sendi kita.........walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita.............Tetaplah di jalan da’wah ini............Walau berkorban perasaan .............. walau pahit menerima kenyataan.........
Saudara/i ku..................Jalan yang kita tempuhi memang berat.........penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan......Banyak yang kita temui di jalan ini........Yang meninggikan asa dan harap kita..............Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita.............Akan banyak yang kita temukan........idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita..............Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah...apabila realitas jauh dari angan........

Tetaplah disini Saudara/i ku................Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal...............Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan.............Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami.........Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.....

Kadang Kita Perlu ”Recycle Bin”

Beberapa pekan terakhir, saya mendampingi seorang sahabat menjalani terapi psikiater. (saya cuma menemani lho....:) ) Yah... sahabat saya sedang dalam kondisi kejiwaan yang sangat tidak stabil. Diagnosa dokter psi, beliau mengalami depresi dan halusinasi.

Semua berawal sekitar tiga pekan yang lalu
“ukh, afwan….
Aku kalah…
Astaghfirullah….”

Sudah hampir tengah malam ketika sebuah sms masuk. Sms singkat dari sahabat saya tadi, membuat saya bertanya-tanya, ada apa dengannya?

Keesokan paginya, ketika bertemu, baru menyadari ada sesuatu yang ”tidak beres”. Tatapan kosong, wajah pucat dan alur pembicaraan yang melompat-lompat, telah menggambarkan semua. Setelah membujuk dengan berbagai cara, akhirnya beliau bercerita (masih dengan alur yang melompat-lompat) bahwa dia merasa sangat bersalah, berdosa besar dan kalah......karena telah jatuh cinta pada seorang ikhwan! Perasaan berdosa dan merasa kalah itu sangat mencengkeram dirinya, karena itu dia berusaha sekuat tenaga untuk memupus rasa itu. Tapi semakin dia berusaha, justru perasaan itu semakin menguat. Yah... setahun dia benar-benar dihimpit perasaan kalah & dosa, akhirnya justru membuat jiwanya benar-benar kalah. Bahkan sampai dia tidak bisa membedakan lagi antara kenyataan dan khayalan, beliau berhalusinasi bahwa setiap kali mendengarkan siaran radio atau menonton televisi maka yang terdengar hanyalah suara dan pesan dari ikhwan tersebut. :(

Sahabat saya jatuh cinta, masalah yang ”mungkin” dianggap sepele bagi beberapa orang, apalagi bagi ikhwan-akhwat. Tapi ketika penerimaan dan pengelolaan yang tidak tepat, justru menjadi bumerang buat diri kita. Saya jadi ingat kata-kata seorang ustadz ”kita kadang bersikap lebih ketat daripada syariat, walaupun dalam perkara lain kadang justru melonggarkannya. ” Bukankah cinta itu anugrah, sesuatu yang patut kita syukuri keberadaannya? Bukankah fitrah ketika jatuh cinta (kepada lawan jenis). Bahkan seorang aktivis sekalipun? Karena aktivis pun adalah manusia biasa. Jadi kenapa harus menutup semua ruang untuk menghindari cinta? Padahal kita tidak pernah tahu kapan cinta akan menyapa. Dan ketika cinta menyapa, maka tak bisa dilogika. Tapi hendaknya kita juga menyadari, bahwa cinta itu harus kita letakkan pada tempatnya yang tepat, jangan sampai terbuai ataupun merana karenanya. Karena itulah ada batasan syariat yang menjaga agar fitrah kita tetap dalam koridor yang benar.

Awalnya saya seolah-olah tidak percaya bahwa sosok yang begitu tegar dalam pandangan saya, seseorang yang selama ini tidak pernah mengeluh tentang apapun, namun akhirnya jatuh.... karena cinta. Padahal selama ini beliau dikenal sebagai akhwat yang cukup tegas, bahkan cenderung kaku terhadap ikhwan. Mungkin karena itulah, aplikasi yang terlalu ketat bahkan lebih ketat dari syariat, hingga akhirnya merasa kalah, dan merasa melakukan dosa besar yaitu jatuh cinta. dan nasi telah menjadi bubur....

Yang saya sesali sampai saat ini adalah, saya ternyata belum bisa ”membaca” sahabat saya, orang yang selama ini dekat dengan saya. Tapi bebannya tidak pernah saya ringankan, bahkan tidak saya ketahui. Saya selalu berasumsi bahwa beliau baik-baik saja, karena memang tidak pernah bercerita. Padahal saya sudah mengetahui, karakternya yang introvert membuatnya sulit bercerita. Kenapa tidak dari dulu saya memaksanya untuk bercerita ya? Mungkin kalau sudah dibujuk kan luluh juga....

Saya jadi lebih menyadari bahwa terkadang kita perlu seseorang sebagai tempat berbagi bahagia maupun duka, walaupun sebenarnya hanya kepada Allah kita mengadukan semuanya. Kalau seorang teman mengistilahkan, kita butuh seseorang sebagai ”keranjang sampah” atau ”recycle bin” . Kedengarannya kasar ya? Tapi memang begitulah.... Walaupun kita mungkin orang yang sangat tegar, ada saat-saat tertentu membutuhkan orang lain untuk ”didengar”... meski hanya sekedar mendengarkan, tanpa bisa memberikan solusi. Paling tidak bisa mengurangi sedikit beban.... Bahkan dari artikel yang pernah saya baca, saat kita mengasuh anak2, bersahabat dekat dengan seseorang dan berbagi dengannya, maka hal tersebut akan meningkatkan hormon oksitosin yang punya efek menenangkan dan mengurangi rasa emosional.

Tapi hati-hati juga dalam memilih recycle bin, seseorang yang amanah seharusnya. dan beban juga bagi seseorang yang sering menjadi tempat curhat, karena dia harus berhati-hati menjaga apa yang dititipkan padanya....
Tapi kadang capek ya jadi recycle bin....:)

NB: ada artikel yang berkaitan, kiat mengelola stres, baca di rumah sehat ya...

Mengukur FQ (Financial Quotient / Kecerdasan Finansial)

Setelah IQ (Intellectual Quotient ), EQ (Emotional Quotient ), SQ(Spiritual Quotient), sekarang ada FQ (Financial Quotient). Kecerdasan finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendayagunakan kemampuan pribadinya dalam mendapatkan dan mengelola uang. Kecerdasan ini dibutuhkan agar kita tidak terjebak dalam dua kutub permasalahan keuangan: kekurangan uang atau kelebihan uang(?). Kekurangan uang menyebabkan seseorang selalu disibukkan dengan permasalahan-permasalahan mencari uang, dan ini bisa membawa dirinya menjadi gelap mata dan akhirnya menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang. Kelebihan uang menimpa seseorang yang punya uang melimpah tapi dia tidak mampu mensyukurinya dan tidak berbahagia.

Ketika kita baru lahir, maka skor FQ kita adalah NOL, karena kita sama sekali tidak bisa memenuhi kebutuhan finansial kita secara mandiri. Selanjutnya, semakin bertambah usia maka kita akan banyak belajar dan mulai punya kemampuan untuk menghasilkan sesuatu dan mengurangi ketergantungan terhadap orangtua.

Misal saat SMU kebutuhan kita perbulan sekitar Rp.400ribu. Kemudian kita punya usaha sambilan berjualan makanan kecil di kelas dengan penghasilan bersih Rp.50ribu. Maka skor FQ = 50/400 = 0,125. Selanjutnya ketika kita kuliah, kebutuhan kita meningkat Rp600ribu sebulan. Tapi ketika kita kuliah, kita sudah memiliki banyak link. Sehingga usaha jualan makanan kecil di kelas, meningkat menjadi jualan di kos-kosan, cukup dititipkan di kost teman-teman kita. Dan penghasilan bersih kita menjadi 150ribu per bulan. Maka skor FQ kita menjadi 150/ 600 = 0,25.

Usaha kita terus berlanjut, hingga akhirnya kita menjadi agen makanan kecil yang cukup mapan, dan punya jaringan yang lebih luas sehingga penghasilan per bulan Rp600ribu. Maka skor FQ kita menjadi 600/600 = 1

Skor 1 adalah skor kemandirian, atau juga disebut skor independensi, yang berarti kita telah melampaui tahap dependensi!!!

Jadi mari kita menghitung, berapa skor FQ kita sekarang?! (jadi malu sendiri :) )
Kemudian mari susun langkah untuk menaikkan skor FQ kita! Ambil kertas dan pena, segera tulis plan kita ke depan!

(insyaAllah ada kelanjutannya.......)

Tuesday, May 30, 2006

Doa untuk Orang Tua, Kita dan “Si Dia”

Doa..., saya yakin kalau kita pasti telah melantunkan banyak doa, juga doa untuk mendapatkan pasangan (topiknya koq ”merah jambu” lagi ya :) ) Mungkin juga sambil mengira-ira. Kapan ya pasangan kita akan datang.... Kita harus yakin, bahwa Allah akan mengabulkan doa kita hanya waktunya yang sering tidak kita ketahui. Insya Allah ”si Dia”, orang yang tepat bagi kita akan datang pada saat yang tepat.

Nabi Zakaria a.s. tak putus-putusnya berdoa memohon keturunan, doanya diabadikan dalam QS Al- Anbiya: 89
”Ya, Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah ahli waris yang terbaik”

Doa yang indah ya....., bisa kita tiru. Jangan lupa memohon agar dikaruniai pasangan yang shalih...yang terbaik buat kita menurut Allah (terbaik menurut Allah lho...bukan terbaik menurut kita! )

Kita juga bisa berdoa menurut perantaraan orang tua kita. Kan orang tua juga ”berhak” mendapatkan doa kita. Karena pasangan anaknya (menantu) akan menjadi bagian dari keluarga besar tho? Ada yang mengajari doa sederhana,”Ya Allah, karuniakan kepada ayah dan ibuku, seorang menantu yan shalih, yang akan menjadi pasangan anaknya ini, meniti jalan menuju ridho-Mu”

Oh,ya.... sudahkah kita mendoakan ”si Dia”???
Waa... kenal aja belum, gimana mau mendoakan? Iya, kita doakan saja, siapapun jodoh kita, dimanapun saat ini dia berada, semoga istiqomah dalam bergerak, mencintai kebaikan, dijauhkan dari keburukan.
”Ya Allah, siapapun jodohku kelak, jagalah dia agar istiqomah dalam agama-Mu, Semoga dia selalu mencintai-Mu, mencintai Rasul-Mu, dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu. Ya Allah, jagalah dia agar istiqomah dan tetap bersemangat dalam berdakwah, menyeru pada kebaikan, menegakkan kalimah-Mu. Ya Allah, jagalah dia dari keburukan dan jagalah dia agar tidak larut dalam kecintaan kehidupan dunia.”

Ada yang punya doa lain, silakan saja....

(terinspirasi dari tulisan mba Rahmadiyanti)

Beberapa Catatan Bagi yang Akan Ta’aruf

Kebetulan, ada sahabat saya sedang menjalani proses ta’aruf untuk menuju pernikahan. Selama ini kami memang cukup dekat, sehingga saya pun membersamai dan menemani beliau dalam menjalani prosesnya. Ada banyak hal yang saya dapatkan dan saya pelajari (lumayanlah.... buat bekal kalo nanti saya menjalani proses taaruf :) )

Dan saya ingin membaginya, kali aja diantara teman-teman yang mampir ke blog saya ada yang akan atau tengah menjalani proses ta’aruf:

1.Adanya keterbukaan
Keterbukaan merupakan hal yang mutlak. Dalam proses taaruf kedua belah pihak harus menyampaikan hal-hal tt dirinya dengan jujur dan terbuka, termasuk tentang kondisi keluarga. Hal-hal yang dirasa masih mengganjal di hati harus disampaikan terus-terang, walaupun itu mungkin hal kecil yang terlihat sepele, misal: ada keminderan dari keluarga, kondisi keluarga saat ini, penerimaan keluarga terhadap calon yang diajukan, dsb.

2.Komunikasi yang jelas dan lancar
Usahakan untuk bisa berkomunikasi secara langsung (dengan tetap memperhatikan batasan syariat), bisa telp atau yang lain, bisa juga lewat sms (tapi kadang bahasa tulis mengundang multi tafsir). Ketika ada perbedaan, kejanggalan segera diklarifikasi, jangan ditunda-tunda.

3.Pengkondisian keluarga dan adanya strategi loby
Pengkondisian keluarga seringkali dilupakan, sehingga ketika proses sudah berjalan tersandung dengan keberatan-keberatan dari pihak keluarga tentang hal-hal yang tidak prinsip, misal: prinsip menikah tanpa pacaran hingga saat ini belum lazim, sehingga orang tua merasa kaget ketika tiba-tiba anak gadisnya dilamar oleh pemuda setelah masa taaruf yang singkat, 1 bulan misalnya. Sosialisasikan proses pernikahan tanpa pacaran jauh hari sebelumnya, sosialisasikan juga kriteria pasangan ideal kepada orang tua.

Kemudian ketika sudah ada kesepakatan, seringkali butuh loby yang agak panjang kepada orang tua. Apalagi bila orang tua belum dikondisikan sebelumnya. Dalam menjalani proses loby ini diperlukan rancangan strategi dari kedua belah pihak, agar gool.... ortu yakin,trus jalan deh.....

4.Didampingi pihak-pihak yang berpengalaman
Adanya pihak-pihak yang mendampingi (bisa guru ngaji atau orang shalih yang dituakan) akan membantu menjaga proses agar tetap dalam batas syar’i. Selain itu mereka juga bisa memberikan masukan-masukan dan saran-saran jika selama proses ternyata ada hambatan baik dari keluarga atau pun pihak lain.

Jangan lupa, pertimbangan keluarga tetap diutamakan, tetapi seringkali butuh pertimbangan dari luar keluarga, terutama pihak yang sudah berpengalaman membantu proses taaruf. Mereka bisa membantu juga menentukan strategi loby.

5.Kesiapan Mental dan kematangan emosional
Ini penting banget. Masa-masa proses merupakan masa ”rawan” sehingga butuh ketenangan dan konsentrasi. Pengambilan keputusan, menentukan langkah-langkah ke depan, merencanakan loby itu butuh ketenangan, pertimbangan yang matang, jangan tergesa-gesa karena emosi sesaat (yang jelas logika > emosi). Harapannya kan menikah itu sekali untuk seumur hidup...

Kematangan emosional juga perlu untuk mempersiapkan diri, bila ternyata proses taaruf tidak bisa dilanjutkan sampai jenjang pernikahan. Ikhlaskan hati menerima apapun hasilnya, karena Allah tahu yang terbaik buat kita, apa yang Allah berikan adalah selalu yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

6. Faidza ’azzamta fattawakal ’ala Allah
Ketika kedua belah pihak sudah berazzam, kuatkan azzam itu terutama untuk mempertahankan prinsip ketika nanti ternyata banyak hambatan. Misal dari keluarga. Berusaha maksimal (tapi jangan membabi buta) mempertahankan prinsip, idealisme dan pilihan. Baru kemudian serahkan hasilnya pada Allah semata., karena manusia hanya dapat berencana, sedang Allah yang Maha Penentu.

Ada yang mau menambahkan daftar ini??? Sepertinya sdh banyak diulas di buku-buku panduan menuju pernikahan Islami ya?!

Sunday, March 19, 2006

Menghindari Hipnotis

Akhir-akhir ini banyak penjahat yang memperdayai korbannya dengan mempengaruhi pikirannya. Dengan cara ini mereka dapat memaksa korbannya untuk mengikuti semua perintah. Metode ini diistilahkan dengan hipnotis, gendam, dsb. Ada beberapa tips agar kita dapat terhindar dari gendam:
1. Jangan membiarkan pikiran kosong ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepatik.
2. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan telepathic forcing.
3. Bagi mereka yang memiliki kebiasaan "latah", sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman.Mereka yang mempunyai kebiasaan "latah" cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (shock induction). Hal yang
sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.
4. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni Anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik! Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar kita.
5. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu! Usahakan agar pikiran dan panca indra tetap aktif ke seluruh lingkungan. Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk kita! Segera pindahlah ke daerah yang lebih ramai.
6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam! Segera lakukan grounding , yaitu meniatkan
membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi).
7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran, agar tetap berada di frekuensi yang mengakibatkan efek hipnotis tidak dapat bekerja! Antara lain dengan senatiasa berdzikir dalam hati, berdoa, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat.
8. Jika ternyata kita mulai merasa memasuki suatu "kesadaran berbeda" dari biasanya, mungkin kita sudah mulai terpengaruh oleh hipnotis. Jika merasakan hal ini, maka segera niatkan dalam hati: "Dalam 3 hitungan, saya akan kembali sadar dan normal
sepenuhnya ....", kemudian segera hitung dalam hati : "Satu ..., dua, ... tiga."
9. Tanamkan terus menerus di dalam diri bahwa hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya! Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam.
10. Yakinlah bahwa Allah SWT akan selalu menjaga kita, karena itu jangan pernah terputus untuk mengingatnya (dzikrullah).
Disarikan dari artikel Yan Nurindra

Wednesday, November 30, 2005

Back up Your Files!

Kapan terakhir kali anda membuat backup data computer? Dari hasil penelitian menyebutkan 90% pengguna computer di rumah tidak pernah membuat backup data-datanya, termasuk saya deh :)Padahal seandainya komputer kita rusak sehingga data di harddisk hilang semua, kita tidak bisa berbuat apa-apa jika kita tidak punya salinannya. Seperti yang dialami teman saya beberapa waktu yang lalu, ketika kompie-nya kena virus, semua data hasil penelitian TA-nya ga bisa diselamatkan :( sekarang saya jadi terinspirasi untuk buat salinan data.

Apa Yang Harus di backup?
Semua data yang ingin diselamatkan, baik dokumen, surat, foto, file musik sampai catatan keuangan

Di mana harus disimpan?
Salin data ke DVD, CD, harddisk eksternal atau USB flash drive. Bisa juga nyimpen data di internet, jadi kalo komputer terhubung dengan internet, bisa disimpan misalnya di www.streamload.com , di sini diberi jatah hingga 10GB secara GRATIS! (katanya sih begitu, kompie saya ga online, jadi saya sendiri belum pernah mencoba :D)

Kapan menyalin data?
Lakukan secara rutin, misalnya seminggu sekali. Simpan file secara rapi, biar mudah ditemukan saat kita mencarinya. Katanya lagi, ada program yang dapat melakukan pengorganisasian file secara otomatis, merekam hanya bila ada perbedaan data sejak terakhir kali dilakukan penyimpanan.

Wednesday, October 26, 2005

Tiga Tips yang mungkin berguna

Ini ada tiga tips, yang mungkin berguna buat yang mau mudik, maupun yang tidak mudik....

1) Nomor Darurat
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. jika
anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal hp dan perlu memanggil
pertolongan, silahkan tekan 112, dan hp akan mencari network yang ada
untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112
dapat dipencet biarpun keypad nya di lock. Cobalah....


2) Kunci mobil anda ketinggalan di dalam mobil? Anda memakai kunci
remote?
Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan remote cadangannya dirumah,
tinggal telpon orang rumah pake hp, lalu dekatkan hp anda kurang lebih
30
cm dari mobil, dan suruh orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada
remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote,
suruh orang rumah mendekatkan
remote nya ke telepon yang dipakainya)


3) Baterai cadangan tersembunyi.
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda lagi nungguin telpon
penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan
*3370#, maka telpon anda ke restart secara otomatis, dan
baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda
mengecharge hp anda


Semoga bermanfaat.