Wednesday, April 12, 2006

Selamat hari lahir, saudariku

Alhamdulillaahirabbil’alamiin.
Terlantun syukur dari hati dan lisan atas segala nikmat dan kesempatan ukhuwah yang telah Allah limpahkan. Sebuah anugrah besar berkesempatan mengenalmu. Ada banyak hal yang kemudian memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidup kita. Mengisi lembar-lembar perjalanan dengan kebersamaan yang penuh dengan ragam kisah. Semua memberi arti bagi proses panjang pendewasaan kita.

Kita telah bersama melewati masa-masa yang menyenangkan, juga waktu-waktu penuh kedukaan. Bahkan ketika setahun yang lalu kau berkesempatan menggenapkan setengah din, saat akad nikah, saat-saat yang mendebarkan bagimu, juga menjadi mendebarkan bagiku. Sungguh, semua telah banyak memberi pelajaran bagiku. Ya, mengenalmu dulu, dan sekarang, walaupun telah banyak waktu kita lalui, rasanya aku masih belum mengenalmu seutuhnya. Karena selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku terkaget-kaget, dan tersadar, lagi-lagi kau mendahului aku beberapa langkah di depan :)

Tapi terimakasih saudariku, aku begitu menikmati saat-saat kita bersama. Walaupun mungkin ada banyak sisi dimana kita belum bisa berbagi, tapi kadang sisi misterius itu yang menjadi warna tersendiri.

Barakallah ya ukhti fiddin. Sekarang anti sudah tambah usia. Semoga bertambahnya usia, mampu menyadarkan kita untuk lebih bersikap dewasa dan lebih bijaksana. Melangkahkan kaki pada usia baru, juga menjelang fase kehidupan baru : menjadi seorang ”ibu”. Jaga baik-baik mujahid kecil, calon keponakanku. Persiapkan diri dan jaga kesehatan. Jangan memaksakan diri lari-lari di kampus (aku ga tega melihatmu lari-lari mengejar dosen, dengan tas punggung yang sarat bawaan, padahal kandunganmu sudah besar tuh :) )

Tausyiah suamimu tempo hari membuatku terus berpikir dan merenung.
”Sahabat sejati bukanlah seseorang yang selalu ada kapan pun kita membutuhkan. Tapi sahabat sejati adalah seseorang ketika kau memandangnya, maka wajahnya mengingatkanmu pada Allah SWT”
Sudahkah kita menjadi sahabat sejati? yang bisa saling mengingatkan, saling mencintai hanya karena Allah SWT, selamanya.... sehingga semoga kelak kita termasuk di antara tujuh golongan yang dinaungi Allah SWT. Amin.

Solo, 8 April 2006
Teruntuk saudariku, Andina Widyastuti
Yang baru saja menapaki fase usia baru.
Barokallohu fiik.

Friday, April 07, 2006

Bila suara hati menyapa

Adakah yang lebih bening dari suara hati, kala ia menegur kita tanpa suara?
Adakah yang lebih jujur dari nurani, saat ia menyadarkan kita tanpa kata-kata?
Adakah yang lebih tajam dari mata hati, ketika ia menghentak kita dari kasalahan dan alpa?

Saat paling indah dari putaran waktu kehidupan, adalah saat kita mampu secara jujur dan tulus mendegar suara hati.Sebab, dari sanalah banyak tindakan dan perilaku kita menemukan arahnya yang benar. dari sana amal-amal dan segala proses kehidupan kita memiliki pijakan yang kokoh: niat dan orientasi yang lurus.

Istafti qalbak. mintalah fatwa pada hatimu...

"Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa kepadanya dan tenteram pula dalam hatinya. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya" (HR. Muslim)

Sunday, March 19, 2006

Bekam sebagai salah satu terapi

Anda pernah dibekam? Jangan-jangan mendengar tentang bekam saja belum pernah. Padahal bekam termasuk Thibbun Nabawi (metode pengobatan cara Nabi), jadi bekam itu disunahkan lho.

Saya sendiri mengenal bekam belum lama. Awalnya seorang teman bertanya pada saya tentang bekam ditinjau dari segi medis. Setelah bertanya pada teman-teman dekat, ternyata tidak ada yang mengerti tentang bekam, padahal bekam merupakan sunah Rasulullah SAW. Akhirnya malah saya jadi penasaran dan tertarik mempelajari bekam. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu berkesempatan untuk mengikuti pelatihan bekam, jadi sedikit-sedikit mulai tahu tentang bekam, merasakan dibekam, sampai akhirnya belajar membekam orang lain.

Bekam atau hijamah (bahasa lainnya adalah canduk, canthuk, kop, cupping) adalah membersihkan tubuh dari darah yang mengandung toksin dengan penyayatan tipis pada permukaan kulit (disebut juga, mengeluarkan darah kotor).

Bekam merupakan sunnah Rasulullah SAW, dalam hadits shahih yang diriwayatkan Ibnu Abbas, RA
“Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, dalam syarthah mihjam (sayatan alat bekam), minum madu, atau sundutan dengan api. Namun Aku melarang umatku melakukan sundutan.”(HR Bukhary)

Walaupun belum ada penelitian ilmiah tentang bekam (semoga segera ada ilmuwan yang meneliti), namun banyak yang sudah membuktikan manfaat bekam sebagai pengobatan. Bekam bisa digunakan untuk terapi sakit kepala, migraine, vertigo, bisul, jerawat, hipertensi, asma, gangguan menstruasi, demam berdarah, asam urat, wasir, lemah lesu, banyak tidur, gagal ginjal, bahkan pada beberapa pengidap tumor mampu menurunkan stadium tumornya.

Prinsip pelaksanan bekam yaitu penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, serta mengeluarkannya dari permukaan kulit dengan penyayatan yang kemudian ditampung di dalam gelas. Bagi yang belum pernah dibekam mungkin merasa ngeri membayangkan rasa sakit ketika ditoreh dengan bisturi/ pisau silet bekam atau ditusuk dengan lancet/jarum. Sayatan bekam tidak lebih sakit dari sakitnya ketika disuntik dokter, karena sayatan sangat tipis, hanya mengenai lapisan epidermis kulit saja, sehingga lukanya pun tidak meninggalkan bekas (scar/jaringan parut) di kulit.

Nah bagi yang belum pernah dibekam, silakan mencoba, dan rasakan segarnya badan setelah dibekam, dan lagi termasuk melaksanakan sunnah Rasul kan?

Pulang, Pulanglah dalam Arti yang Sebenarnya...

“Harta yang paling mahal dan berharga,
Perusahaan yang mudah untuk berinvestasi amal,
Ladang yang subur dimana kita bisa menanam dan
Memetik cinta adalah keluarga”
(puisi kiriman seorang sahabat)


Keluarga. Itulah anugrah kehidupan kita. Muara sesungguhnya, tempat kita selalu berlabuh, berteduh dari ketakutan, kekecewaan, pulang dari keletihan fisik maupun hati. Itulah sebenarnya makna keluarga, sebagai apapun posisi kita di sana, ayah, ibu, maupun anak. Keluarga selalu menerima kita tanpa banyak menuntut.

Namun kita sering menomorsekiankan keluarga. Kita lebih mementingkan pekerjaan kita, bahkan lebih mementingkan teman-teman kita daripada keluarga kita sendiri. Seringkali kita menjadikan rumah hanya sebagai tempat persinggahan belaka. Walaupun secara fisik kita “pulang”, namun berapa kali kita “pulang” dalam arti yang sebenarnya? “Pulang” dengan menghadirkan fisik dan jiwa kita. Bahkan mungkin ada diantara kita yang menghindari pulang, karena merasa tidak nyaman dengan keluarganya, karena suasa rumah yang terasa “panas” dan “sumpek”.

Baiti jannati, rumahku surgaku. Demikianlah seharusnya. Rumah kita menjadi surga buat kita. Siapa yang bertanggungjawab menciptakan surga di rumah, tentulah para penghuninya, apapun posisi kita. Keluarga adalah kita dan milik kita. Kita tidak mungkin lepas dari keluarga, walaupun kita berusaha menjauhinya. Sehingga setiap anggota keluarga wajib mengupayakan agar kedamaian itu ada dalam keluarga kita, wajib mengupaakan perbaikan ketika ada masalah dalam rumah kita.

Maka bagaimana mungkin kita akan menciptakan “baiti jannati” itu ketika kita tidak pernah “pulang”? Padahal, tidak pernah ada cukup waktu yang kita sediakan buat keluarga kita. Sebelum usia kita berakhir, masih ada sisa waktu yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Sebelum segalanya usai, sediakanlah waktu untuk keluarga kita, untuk orangtua kita, anak-anak, dan saudara kita. Jangan sampai ketika semua sudah terlambat, kita baru menyadari dan berkhayal “andai kita “pulang” ke keluarga kita lebih cepat”. Bersegeralah untuk pulang kepada keluarga kita, dan mulailah untuk memciptakan surga di rumah kita, apaun posisi kita.

Terinspirasi dari Tarbawi, edisi Maret.

Falsafah Gerak

Alhamdulillah, saya berkesempatan membaca buku “Membudayakan Etos Kerja Muslim” karya KH Toto Tasmara, walaupun cuma pinjam dari teman :). Buku ini banyak menginspirasi agar kita memiliki semangat untuk memberikan pengaruh positif kepada lingkungan kita dengan memegang motto “bekerja itu ibadah, berprestasi itu indah”. Salah satunya adalah penjelasan tentang falsafah gerak.

“Bergeraklah kamu, karena diam bisa mematikan.”

Sebagai pertanda bahwa kita masih hidup adalah jantung kita yang terus bergerak, jantung terus bekerja mengalirkan darah ke seluruh tubuh kita. Seperti itulah seharusnya kita hidup di dunia, terus bergerak, terus bekerja mengarungi setiap penjuru di sepanjang rentang hidup kita. Ketika kita berhenti bergerak, maka saat itulah kita justru membunuh diri kita sendiri, ketika otak tidak diajak berfikir, maka ia akan tumpul dan tidak mampu lagi menghasilkan ide-ide cemerlang. Ketika otot dan sendi-sendi kita tidak bergerak, maka sendi akan jadi kaku, otot akan mengecil dan akhirnya tubuh kita menjadi susah digerakkan. Ketika kita dalam kondisi seperti itu, dimana otak tidak mau diajak berfikir dan tubuh tidak mau digerakkan, maka sama saja kita “mati”, walaupun jantung masih berdetak, tapi kita telah mati dalam hidup. Jadi gerak itulah yang menjadikan hidup kita menjadi bermakna.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di permukaan bumi, dan carilah karunia Allah…” (QS Al Jumu’ah:10)
Sebagai seorang muslim, kita tidak terpenjara dalam ibadah ritual saja. Tapi ayat tadi menginspirasi kita untuk mampu mengambil makna dari setiap ibadah yang kita lakukan. Puncak dari rukun Islam adalah haji, Dalam berhaji terdapat berbagai makna yang seharusnya menjadi motivasi besar kita untuk menjadi pribadi yang tehormat dan beretos kerja tinggi.

Diawali dengan ihram, seakan-akan menggambarkan bahwa kita akan melakukan simulasi kematian. Nurani kita diingatkan bahwa hidup kita tidak lain mengarah pada kematian. Setelah menyadari hakikat kematian, kemudian bergeraklah mengarungi seluruh penjuru dunia.

Thawaf, mengelilingi kabah berbentuk segi empat, diawali dari garis coklat yang sejajar batu hitam, bergerak melawan jaruh jam sebanyak tujuh kali. Mengapa kita mengelilingi kabah yang berbentuk segi empat, bukan segi tiga? Kita diingatkan agar mengarungi seluruh penjuru mata angin, betapa dunia ini global, tidak sempit, di dalamnya ada berbagai hikmah yang bisa kita raih. Bahwa hidup penuh dengan warna-warni (plural). Ingatlah putaran kita harus tujuh putaran, karena satu pekan itu ada tujuh hari, dan kita bergerak melawan jarum jam berarti kita harus terus bergerak menghadapi setiap tantangan yang ada. Bahwa hidup adalah perjuangan, adanya ujian justru akan menguatkan kita. Ketika thawaf diawali dari garis coklat, maka dalam hidup, ketika kita bergerak diawali dari pintu rumah kita, terus bergerak mengelilingi karunia Allah, menebarkan prestasi, sampai ketika senja menjelang kita sampai di rumah untuk mengulang perjalanan di esok selanjutnya lagi.

Setelah thawaf, kemudian diteruskan dengan sa’i yang berarti ikhtiar (yaitu memilih yang terbaik). Mengawali ikhtiar dengan hati yang bersih dan suci (shafa) untuk meraih cita-cita dan mewujudkan harapan jadi pribadi mulia dan terhormat (marwah).

Setelah keinginan kita tercapai, maka kita bersegera untuk wukuf (berhenti), untuk melakukan kontemplasi/perenungan sehingga kita tidak menjadi takabur. Jangan terus-menerus bergerak, tapi sekali waktu kita perlu berhenti sejenak, menambatkan batin di terminal Ilahi, tafakur! Tangkaplah bayangan diri kita, bercerminlah di atas kolam yang tenang, muhasabah atas perjalanan yang telah kita lakukan. Jadikan shalat kita sebagai pelabuhan hati, berhenti sejenak untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Dan wukuf harus di Arafah! Perhentian kita harus di Padang Arafah (arafah berarti mengenal diri). Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu, barangsiapa mengenal dirinya niscaya dia mengenal RabbNya. Haji disebut sah ketika sudah wukuf di Arafah, memberi simbol bahwa seseorang yang mengenal diri (‘arafa) kemudian ditindaklanjuti dengan hanya berpihak pada kebenaran (ma’ruf) sehingga dirinya menjadi seorang yang arif!

Haji yang mabrur. Mabrur berasal dari kata al-birru yang berarti kebenaran. Maka haji mabrur adalah haji yang selalu berpihak pada kebenaran.

Belajar....tanpa Henti

Alhamdulillah, hari ini banyak teman-teman yang wisuda. Jadilah saya menyempatkan diri menghadiri prosesi wisuda, supaya bisa bertemu teman-teman, sekedar ngasih ucapan selamat (sambil jualan bunga wisuda…. Nah lho…)

Seringkali kita menganggap bahwa wisuda merupakan akhir dari masa belajar kita. Sehingga, begitu lulus, rasanya malas untuk belajar, bahkan untuk sekedar membaca (menurut survey, minat baca penduduk Indonesia sangat rendah :( ).

Padahal, wahyu pertama yang turun (QS Al Israa:1-5), ayat pertama adalah “iqra” (arti secara bahasa adalah “membaca”). Dan kata iqra ternyata diulang sampai dua kali! Ini kan menunjukkan bahwa membaca itu penting banget! Dengan membaca kita bisa belajar tentang banyak hal yang belum kita ketahui, kata orang buku adalah jendela dunia.

Jadi kita tidak boleh berhenti belajar, apalagi berhenti membaca, karena menganggap kita sudah lulus. Wisuda bukanlah akhir segalanya. Justru merupakan awal perjalanan untuk membuktikan dan mengaplikasikan ilmu kita. Dan tentunya akan lebih optimal ketika kita terus belajar untuk memantapkan dan mengembangkan ilmu kita.

Buat teman-teman semua yang sudah diwisuda, Barokallahu fiik, semoga Allah memudahkan perjalanan antum, memberkahi aktivitas antum. Buat yang pulang kampong pasca wisuda, semoga Allah memberi kita kesempatan bertemu di episode belajar yang lain, jangan lupa saling mendoakan, semoga kita istiqomah di jalanNya…di belahan bumi yang manapun kita berada dan dalam kondisi apapun

Sulitkah Mengungkapkan CINTA pada IBU ?

Kita mencintai ibu, tentu saja. Kalau mengingat ibu, beliau mengandung kita selama 9 bulan, terus merawat kita dari kecil sampai sekarang, mengajarkan kita banyak hal, tak terhitung pengorbanan ibu.Tapi pernahkah kita ungkapkan cinta kita pada ibu?

Ternyata, hasil survey membuktikan 70% diantara kita belum pernah mengungkapkan rasa cinta pada ibu (majalah Azzam, Februari 2005) secara verbal. Sebagian dari kita berpendapat kalau cinta pada ibu tidak perlu diverbalkan, cukup dengan santun dalam sikap dan perbuatan. Bahkan ada yang belum pernah mengungkapkan cinta pada ibu secara verbal karena takut dikira “gombal” atau sedang “sakit” (apakah kita termasuk di dalamnya?  )

Perlukah kita ungkapkan rasa cinta itu secara verbal? Rasulullah saja mengajarkan agar kita mengungkapkan rasa cinta kita kepada saudara seiman. Logikanya, kalo kepada saudara saja disuruh mengungkapkan, apalagi kepada orangtua, khususnya ibu. Tapi mengapa sebagian besar diantara kita bisa dengan mudah mengungkapkan “ana uhibbuki fillah” (sesama akhwat) atau :ana uhibbuka fillah (sesama ikhwan), tapi merasa berat dan janggal mengatakan “aku sayang ibu” ? (nah lho…)

Menurut saya, sekali-kali kita perlu mengungkapkan cinta kita pada ibu secara verbal, disamping pengungkapan secara nonverbal (dengan perbuatan). Bagaimanapun juga, dengan bahasa akan lebih mengekpresikan perasaan kita. Kalau ada yang merasa canggung untuk mengungkapkan secara verbal, mungkin karena kurang akrab dengan ibu. So, perbaiki komunkasi dengan ibu, cobalah untuk lebih “mendekat”. Kalau bisa, jadikan beliau sebagai “teman berbagi”, insyaAllah ibu tidak pernah keberatan mendengarkan curhat anak-anaknya, bahkan beliau justru merasa dihargai, dipercayai dan dibutuhkan. Bahkan ibu saya pernah protes ketika saya sudah cukup lama tidak “curhat” ke beliau, beliau merasa “jauh” dan “tidak mengenal” saya lagi.

Setelah dekat dengan ibu, kita bisa memanfaatkan momen-momen khusus. Misal saat kita baru pulang (mudik), setelah sekian lama tidak bertemu, ungkapkan kerinduan kita pada beliau. Atau pada momen sederhana, saat ibu membuatkan sarapan buat kita, ucapkan “Aku sayang deh sama ibu, makasih ya, bu”. Bisa juga ketika kita liburan, pagi-pagi kita membuatkan minuman hangat, kemudian kita haturkan ke beliau sambil mengucapkan,” selamat pagi, Bu. Aku sayang ibu”. Ibu tentu akan menyambutnya dengan hangat.

Ibu, sosok yang penuh cinta, yang selalu mencurahkan cinta dan perhatiannya kepada kita. Sebuah ungkapan cinta yang tulus tentu akan membahagiakan beliau. Ketika kita ingat bahwa keluarga adalah obyek dakwah kita yang utama, mungkin hal itu bisa menjadi salah satu cara untuk menyentuh hati keluarga kita. Berani mencoba?!?
“I love You, Mom….”

Menghindari Hipnotis

Akhir-akhir ini banyak penjahat yang memperdayai korbannya dengan mempengaruhi pikirannya. Dengan cara ini mereka dapat memaksa korbannya untuk mengikuti semua perintah. Metode ini diistilahkan dengan hipnotis, gendam, dsb. Ada beberapa tips agar kita dapat terhindar dari gendam:
1. Jangan membiarkan pikiran kosong ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepatik.
2. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan telepathic forcing.
3. Bagi mereka yang memiliki kebiasaan "latah", sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman.Mereka yang mempunyai kebiasaan "latah" cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (shock induction). Hal yang
sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.
4. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni Anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik! Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar kita.
5. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu! Usahakan agar pikiran dan panca indra tetap aktif ke seluruh lingkungan. Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk kita! Segera pindahlah ke daerah yang lebih ramai.
6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam! Segera lakukan grounding , yaitu meniatkan
membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi).
7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran, agar tetap berada di frekuensi yang mengakibatkan efek hipnotis tidak dapat bekerja! Antara lain dengan senatiasa berdzikir dalam hati, berdoa, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat.
8. Jika ternyata kita mulai merasa memasuki suatu "kesadaran berbeda" dari biasanya, mungkin kita sudah mulai terpengaruh oleh hipnotis. Jika merasakan hal ini, maka segera niatkan dalam hati: "Dalam 3 hitungan, saya akan kembali sadar dan normal
sepenuhnya ....", kemudian segera hitung dalam hati : "Satu ..., dua, ... tiga."
9. Tanamkan terus menerus di dalam diri bahwa hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya! Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam.
10. Yakinlah bahwa Allah SWT akan selalu menjaga kita, karena itu jangan pernah terputus untuk mengingatnya (dzikrullah).
Disarikan dari artikel Yan Nurindra

Sunday, January 29, 2006

lama ga posting

Assalamu'alaikum
Berhubung banyak yang harus dikerjakan...
akhirnya blog ini lama ga di updet
Sekarang mo posting, lagi ga ada ide mo nulis apa
jadi ya.... gini deh

he...he...
ada yang mo ngasih saran?

Sunday, December 04, 2005

Jangan Tertipu dengan Pandangan Mata

seringkali apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Silakan perhatikan gambar berikut ini. Gambar ini saya dapat dari blognya dr erik tapan www.eriktapan.blogspot.com




If your eyes follow the movement of the rotating pink dot, you will only see one color, pink.

If you stare at the black + in the center, the moving dot turns to green.

Now, concentrate on the black + in the center of the picture. After a short period of time, all the pink dots will slowly disappear, and you will only see a green dot rotating.

It's amazing how our brain works. There really is no green dot, and the pink ones really don't disappear. This should be proof enough, we don't always see what we think we see.

Bahasa:
Jika mata Anda hanya mengikuti pergerakan dari titik merah muda, Anda hanya akan melihat satu warna saja, merah muda.

Tetapi jika Anda menatap benar-benar tanda + di tengah, titik merah muda tersebut berubah menjadi hijau.

Sekarang, konsentrasi pada tanda + berwarna hitam di tengah gambar ini. Setelah beberapa waktu, semua titik merah muda secara perlahan akan menghilang, dan Anda hanya akan melihat titik hijau yang berputar.

Sebenarnya tidak ada titik warna hijau, dan titik merah mudah itu tidak menghilang. Ini membuktikan bahwa, kita tidak selalu bisa melihat apa yang sebenarnya kita lihat.
jadi ingat lirik nasyidnya Aa Gym....

”Pandangan mata selalu menipu
Pandangan hati itu yang hakiki….
....

...

Kalau hati itu bersih...”


Kayaknya cocok ya.....

Semoga Allah yang maha suci selalu membersihkan hati kita biar bersih selalu.

Mudah menerima kebenaran, peka jika ada kebatilan, dan hati yang rindu terhadap penciptaNya.

Amien...

Friday, December 02, 2005

Kanker Payudara2 (Health Ed-2)

pencegahan kanker payudara secara alami meliputi :

1. Berolah raga secara teratur.
Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.

2. Kurangi lemak.
Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk
dairy foods) dan asam lemak dalam margarin.Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak- jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah.

3.Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.
daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa
ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.

4.Makan lebih banyak buah dan sayuran.
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara.
Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah
kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat
mencegah kanker payudara.

6. Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen
dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.

7. Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini
mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar
dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor,
makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.

8. Makan lebih banyak kacang-kacangan.
Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang- kacangan lainnya.

9. Hindari alkohol.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.

10. Perhatikan berat badan anda.
Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan
bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

11. Hindari xeno-estrogens.

Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan
mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole- milk dairy product).

12. Berjemur dibawah sinar matahari.
sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat
matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi
resiko kanker payudara.

13. Jangan merokok.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara.

14. Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.

15. Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon
(Hormone Replacement Therapy = HRT). Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa
menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer's. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker
payudara.

Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker adalah meminimalkan stress

Kanker payudara 1(Health Ed-2)

Hingga saat ini, frekuensi kanker payudara mencapai angka 20 persen dari seluruh penyakit kanker. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun jumlah penderita kanker payudara bertambah sekitar 7 juta. Survei terakhir di dunia menunjukkan tiap 3 menit ditemukan penderita kanker payudara dan setiap 11 menit ditemukan seorang perempuan meninggal akibat kanker payudara.
Sementara di Indonesia, rata-rata penderita kanker payudara adalah 10 dari 100 ribu perempuan, menjadikan penyakit ini berada di urutan kedua penyakit kanker yang kerap ditemukan setelah kanker mulut rahim.

Gejala:
Adanya benjolan di payudara, keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui, perubahan bentuk dan besar payudara, serta kulit, puting susu, dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.

Siapakah yang beresiko menderita kanker payudara?
1.Wanita diatas usia 30 tahun
2.Pernah mempunyai riwayat kanker payudara
3.Usia diatas 25 tahun yang keluarganya (Ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan satu ibu) pernah menderita kanker payudara
4.Tidak menikah
5.Menikah tetapi tidak pernah melahirkan anak
6.Melahirkan anak pertama setelah berusia 35 tahun
7.Tidak menyusui
8.Mengalami trauma berulang kali pada payudara
9.Mendapat haid pertama pada usia yang sangat muda
10.Mengalami radiasi sebelumnya pada payudara (pengobatan keloid)
11.Cenderung kelebihan berat badan
12.Pernah dioperasi payudara atau alat reproduksinya
13.Pernah mendapat obat hormonal yang lama karena mandul
14.Mengalami berbagai macam goncangan jiwa yang hebat dalam kehidupannya (bercerai, tidak dapat menikah, dimadu dan sebagainya)

SARARI (Periksa Payudara Sendiri)
Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :
·Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
·Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.
·Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi.
·Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
·Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna
·Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.

Dismenore alias Nyeri Menstruasi (Health Ed-1)

Menstruasi merupakan saat-saat yang dinanti kehadirannya oleh para wanita dewasa. Dan ketika ia terlambat datang, maka akan timbul kekhawatiran, “jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada dirinya”. Sebenarnya, disamping kekhawatiran akan adanya keterlambatan, ada masalah lain lagi yang dihadapi para wanita ketika menstruasi tersebut akhirnya tiba, yaitu menderita kram, nyeri dan ketidaknyamanan lain, bahkan sampai tidak mampu beraktivitas sehari-hari. Sehingga ada yang kemudian berharap akan lebih baik jika tidak mengalami menstruasi. Nyeri ketika menstruasi, dalam istilah kedokteran disebut dismenore (dysmenorrhoea; dieja: dis-men-or-re).

Dismenore menjadi satu masalah tersendiri yang banyak dialami kaum wanita. Bahkan lebih dari 50% wanita yang menstruasi mengalami dismenore. Sehingga hal tersebt menjadi faktor penyebab terbanyak absen-nya para kaum wanita pada jam kerja atau sekolah. Gejalanya meliputi: nyeri pada perut bagian bawah, mual, muntah, diare, cemas, depresi, pusing, nyeri kepala, letih-lesu, bahkan sampai pingsan. Keluhan-keluhan ini bisa berlangsung selama beberapa jam, sampai beberapa hari (umumnya tidak lebih dari 3 hari).

Dismenore dikelompokkan menjadi dua, yaitu dismenore primer yang biasa dialami wanita normal yang menstruasi, dan dismenore sekunder yang dialami wanita penderita kelainan/penyakit tertentu

Penyebab Dismenore primer secara pasti belum diketahui. Diduga terjadinya dismenore berkaitan dengan kerja prostaglandin (hormon yang ditemukan di serviks/leher rahim dan uterus/rahim ). Beberapa penelitian menebutkan bahwa wanita yang mengalami dismenore memproduksi prostaglandin 10x lebih banyak dari wanita yang tidak dismenore. Prostaglandin menyebabkan meningkatnya kontraksi uterus, dan pada kadar yang berlebih akan mengaktivasi usus besar.

Sedangkan dismenore sekunder biasanya dialami wanita dengan kelainan tertentu, misalnya: endometriosis, infeksi pelvis (daerah panggul), tumor rahim, apendisitis, kelainan organ pencernaan, bahkan kelainan ginjal.

Keluhan dismenore akan meningkat pada wanita yang mengalami kegemukan, kurang nutrisi, peminum kopi, peminum alkohol, perokok, tidak aktif secara seksual, dan tidak pernah melahirkan. Juga biasa dialami wanita yang dalam keluarganya ada riwayat dismenore

Beberapa Tips untuk Mengurangi Keluhan Dismenore Primer
·Mengurangi konsumsi kopi
·Tidak merokok maupun minum alkohol
·Mengurangi konsumsi garam dan memperbanyak minum air putih
·Mengkonsumsi makanan tinggi kalsium, karena kalsium diduga dapat meringankan kram
·Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran
·Suhu panas dapat memperingan keluhan. Lakukan pengompresan dengan handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah atau mandi dengan air hangat
·Olahraga. Mampu meningkatkan produksi endorphin otak yang dapat menurunkan stress sehingga secara tidak langsung juga mengurangi nyeri
·Beberapa posisi senam dapat menghilangkan kram, salah satunya peregangan kucing, yang berupa posisi merangkak, kemudian mengangkat punggung ke atas setinggi-tingginya. Posisi lainnya adalah berbaring dengan lutut ditekuk, kemudian angkat panggul dan bokong, bisa juga dengan posisi janin, yaitu menarik lutut ke arah dada sambil memeluk bantal atau botol berisis air hangat di perut.
·Melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan juga membantu melupakan rasa sakit.
·Cukup tidur, karena kurang tidur menyebabkan kelelahan sehingga lebih sensitive terhadap sakit.
·Rasa nyeri dapat dikurangi dengan obat pereda nyeri yang banyak beredar, misalnya aspirin

Wednesday, November 30, 2005

Akhwat sejati....

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa mengawasi segala tindak-tanduknya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada. Tak ada perbendaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah), tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang.

Menjadi akhwat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari,
menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani,
menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah,
serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….


Menjadi Akhwat sejati,
Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.

Dikutip dari Buku : “Surat Cinta Untuk Sang Aktivis” – Musafir Hayat

komentar: wah, masih jauh dari kriteria "akhwat sejati" ..... :(

Back up Your Files!

Kapan terakhir kali anda membuat backup data computer? Dari hasil penelitian menyebutkan 90% pengguna computer di rumah tidak pernah membuat backup data-datanya, termasuk saya deh :)Padahal seandainya komputer kita rusak sehingga data di harddisk hilang semua, kita tidak bisa berbuat apa-apa jika kita tidak punya salinannya. Seperti yang dialami teman saya beberapa waktu yang lalu, ketika kompie-nya kena virus, semua data hasil penelitian TA-nya ga bisa diselamatkan :( sekarang saya jadi terinspirasi untuk buat salinan data.

Apa Yang Harus di backup?
Semua data yang ingin diselamatkan, baik dokumen, surat, foto, file musik sampai catatan keuangan

Di mana harus disimpan?
Salin data ke DVD, CD, harddisk eksternal atau USB flash drive. Bisa juga nyimpen data di internet, jadi kalo komputer terhubung dengan internet, bisa disimpan misalnya di www.streamload.com , di sini diberi jatah hingga 10GB secara GRATIS! (katanya sih begitu, kompie saya ga online, jadi saya sendiri belum pernah mencoba :D)

Kapan menyalin data?
Lakukan secara rutin, misalnya seminggu sekali. Simpan file secara rapi, biar mudah ditemukan saat kita mencarinya. Katanya lagi, ada program yang dapat melakukan pengorganisasian file secara otomatis, merekam hanya bila ada perbedaan data sejak terakhir kali dilakukan penyimpanan.

Hitung-Hitung Olahraga

Tahukah anda? aktivitas sehari-hari yang kita lakukan ternyata sebanding dengan 10000 langkah yang kita lakukan di tempat fitness.

Aktivitas 15 menit, Sebanding Dengan
Berdiri sambil menyiram kebun, 600 langkah
Berhubungan suami/istri, 750 langkah
Mencuci piring, 900 langkah
Berdiri sambil memasak, 950 langkah
Mengecat, 1200 langkah
Belanja sambil mendorong troli, 1400 langkah
Membersihkan rumah, 1400 langkah
Tenis meja, berkuda, 1600 langkah
Mencuci mobil dengan tangan, 1850 langkah
Berkebun sambil menebarkan pupuk, 1950 langkah

Sumber: ‘The Low Di Diet” Horder Headline, Australia

Buat yang punya khadimat(pembantu di rumah), ga ada salahnya kan sekali-kali mengerjakan pekerjaan rumahtangga (biar khadimat cuti dulu beberapa hari) hitung-hitung olahraga lah! :)

Orang besar berpikir besar *

Anda besar dengan berpikir besar
Anda kecil bila berpikir kecil
Keterbatasan anda adalah pikiran anda
Mimpi dianugerahkan agar anda bisa berpikir besar
Maka bermimpilah menjadi besar

Mulailah dari pikiran anda
Keberhasilan semata-mata bagaimana anda meletakkannya dalam pikiran
Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar
Tidak pula salah pada waktu anda
Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan
Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar

Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan
Tak ada yang salah pada kera yang ingin menjadi dewa
Jangan hiraukan ucapan orang lain
Bergaullah dengan orang-orang ang berkepribadian besar
Perlakukan diri anda dengan penuh rasa hormat
Maka orang lain akan menghormati anda sebagai orang besar


Ketika akan melakukan sesuatu, kita sering merasa ragu-ragu dengan kemampuan kita, dan kemudian kita urungkan niat untuk bertindak. Padahal kita belum mencoba melakukan apapun, tapi kita sudah memvonis,” ah…., paling juga ga berhasil”, dsb.
Ketidakberhasilan kita seringkali karena pikiran kita sudah tersugesti oleh hal-hal negatif. Sugesti negatif itu membelenggu pikiran kita, sehingga kita akan dipenuhi kecemasan. Padahal ketika kita diliputi kecemasan berlebihan, kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan optimal. Hasil akhirnya aktivitas yang kita kerjakan tidak memuaskan diri kita maupun orang lain.

Berbeda ketika pikiran kita tersugesti dengan hal positif, maka kita jadi bersemangat dan dapat melakukan pekerjaan dengan lebih optimal. Seperti kata pepatah “ketika kita merasa optimis, maka lima puluh persen kemenangan ada di tangan kita”.

Dalam sebuah hadits Qudsi juga disebutkan bahwa Allah mengikuti sangkaan seorang hamba terhadap-Nya. Jadi, ketika kita berpikir positif, maka itulah yang akan Allah kirimkan kepada kita. Ketika seorang menganggap dirinya berhasil, menggangap dirinya gagal, menganggap dirinya kecewa, atau menganggap dirinya susah, maka Allah SWT akan mengirimkan pikiran itu kepada dirinya. If you think you can, you can. If you can not, you can not. Kalau Anda berpikir bisa, Anda pasti bisa. Tapi, kalau Anda berpikir sudah tidak bisa, maka Anda tidak akan bisa. Allah akan menakdirkan Anda tidak bisa.

Jadi, mari kita mulai mengatur pola berpikir kita yang positif sehingga Allah akan mengirimkan kepada kita hal-hal yang positif juga.

(*) Puisi kiriman seorang sahabat yang baru saja menggenapkan separuh dien-nya. Terlantun doa buat beliau ”Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fi khair.” Terimakasih pak atas nasehatnya.

Waktu Yang Tepat Untuk Hal-hal Tertentu

Ternyata,dengan memilih waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas tertentu, kita bisa memperoleh keuntungan terbaik dalam berbagai situasi & kualitas hidup juga dapat meningkat.

Beli daging dan sayur pukul 06.00-07.00 di pasar tradisional, pukul 10.00-11.00 di pasar swalayan dan hypermarket.
Pasokan daging dan sayuran segar selalu dikirim setiap pagi, baik di pasar tradisional maupun swalayan. Jangan lupa memilih daging berwarna merah cerah dengan aroma khas daging segar. Jangan beli daging dengan bercak kehijauan atau kehitaman, serta aromanya tidak sedap. Agar sayuran lebih tahan lama, bungkus dengan tisu dapur sebelum dimasukkan di lemari es. Bisa juga dimasukkan dalam plastik yang dilubangi di beberapa tempat.

Beli furniture di bulan November atau Desember
Menjelang hari raya, Natal, dan tahun baru, showroom mebel biasanya ramai dikunjungi, sehingga penjual mebel biasa menyetok lebih banyak dengan model lebih beragam. Selain itu, di akhir tahun sering digelar sale untuk menjual barang stok lama yang belum laku terjual, lumayan kan kalo dapat diskon?!

Beli mobil di akhir bulan
Dealer mobil biasanya memberikan harga lebih murah di akhir bulan untuk mengejar target penjualan, khususnya mobil bekas.

Renovasi rumah, di musim kemarau, April-Juli/Agustus
Renovasi rumah sebaiknya dilakukan di akhir musim kemarau agar pekerjaan tidak terganggu oleh hujan.

Rapat di Senin atau Selasa, pukul 09.00-11.00
Di awal pekan orang cenderung memiliki semangat baru, pikiran lebih fresh karena habis weekend. Hindari rapat pada hari Jumat, karena harinya pendek, dan biasanya mood seseorang sudah berada di weekend. Usahakan rapat saat pekerja memiliki energi yang tinggi, mulai pukul 09.00-11.00. Sesudah jam tersebut biasanya energi menurun, mendekati makan siang.

Cari kerja baru, di januari atau Juni/Juli
Biasanya perusahaan yang membutuhkan freshgraduate membuka penerimaan karyawan baru di awal atau pertengahan tahun. Tidak disarankan cari kerja di akhir tahun karena perusahaan sudah siap-siap tutup buku.

Beli rumah di bulan Februari/Maret, Juni/Juli, atau November/Desember
Di awal tahun biasanya harga rumah naik, karena meningkatnya permintaan. Februari/Maret, permintaan sepi, jadi harga cenderung turun. sekitar April, harga rumah cenderung naik 10%. bulan Juni/Juli pembelian rumah menurun, karena kesibukan tahun ajaran baru di sekolah, trus meningkat kembali di bulan Agustus.

Beli Parfum di siang/sore hari
Indera pembau kita bekerja maksimal pada siang dan sore hari. Untuk mencermati wangi asli parfum, semprotkan di tubuh anda, tunggu sekitar 10 menit.Trus janngan mencoba dua parfum dalam waktu berdekatan, karena indera pembau kita bisa salah mengenali aromanya

Beli kacamata di pagi hari
Mata kita masih segar di pagi hari, sehingga hasil pemeriksaan mata lebih akurat.Kalo tidak mendesak, pilih waktu menjelang hari raya, Natal,Tahun Baru, dan hari kemerdekaan, karena optic biasanya memberikan diskon khusus!

Minta naik gaji pukul 09.00 atau pukul 13.00. Hindari senin atau Jumat
“Pilih waktu dimana atasan betul-betul mendengarkan anda”. Bila atasan sedang badmood, tunda dulu permintaan anda. Ajukan permintaan di pagi hari sebelum atasan memulai aktivitasnya, atau siang hari setelah makan siang. Hindari hari senin karena hari senin adalah hari sibuk, juga hindari hari Jumat, karena mungkin atasan akan pulang cepat untuk weekend.
Siapkan data dan dokumen yang mendukung bahwa anda pantas mendapat kenaikan gaji, bukti keberhasilan kerja, survey mengenai gaji pegawai pada posisi anda, kondisi eksternal-misal kenaikan BBM :)

Beli bunga potong di pagi hari
Suplier bunga potong biasanya mengirim bunganya di pagi hari, jadi bunganya masih segar

Berlibur di Januari sampai Mei
Pada periode tersebut, biro perjalanan, travel, hotel, biasanya memberikan harga yang lebih murah karena permintaan turun. Permintaan meningkat pada akhir tahun dan pada liburan sekolah, sekitar bulan Juni-Juli

Disarikan dari Reader’s Digest Indonesia, Vol III No 12

Ada yang mau menambah daftar ini?

Catatan Harian dalam Lembar Kehidupan

Secara sederhana, hari-hari yang kita lalui tak lebih seperti lembar-lembar catatan kehidupan. Setiap pagi kita membuka lembar halaman barunya. Kemudian bersama datangnya lembayung senja kita membalik lembar hari itu. Sampai datang masanya ketika buku kehidupan itu harus ditutup. Berakhirlah coretan-coretan amal kehidupan. Lalu dimulailah masa pertanggungjawaban…

Mengisi lembar harian kehidupan bukanlah persoalan sederhana. Apa saja yang telah kita torehkan di dalamnya akan tetap berada dalam kekuasaan Allah. Hendaknya kita menyadari pula bahwa lembar-lembar kehidupan berupa hari-hari yang telah, sedang dan akan kita lalui tidak lain adalah modal kehidupan kita. Semua yang terjadi di atasnya akan mengambil dua peran, menjadi penolong kita, atau akan memberatkan diri kita kelak di hadapan Allah.

Satu bulan mulia telah kita lalui. Tentu tersimpan kenangan tersendiri dalam diri kita selama bulan tersebut. Lihatlah Ramadhan yang baru saja kita tinggalkan. Betulkah ia telah menjelma menjadi momen perbaikan kehidupan sebelumnya? Atau sebenarnya kita hanya mengulang-ulang kesalahan dan kelemahan yang sama? Satu hal yang pasti dan harus kita yakini bahwa sebenarnya kita sedang mengisi lembar-lembar harian kehidupan yang kita miliki.

Kini di depan kita terhampar lembaran baru kehidupan sebelum Ramadhan tahun depan menjelang. Sebelas bulan ke depan adalah lembar putih yang akan kita warnai.
Sebelas bulan kedepan bukanlah sebelas bulan yang baru bagi kita. Sudah berapa kali hal serupa kita lalui. Sudah sering kita menerima ucapan selamat hari Fitri. Namun kita tidak pernah merasa yakin berapa banyak hari “fitri” yang kita miliki setelah Ramadhan. Dari kesadaran inilah kita menyusun langkah baru.

Fitri hari ini adalah fitri yang baru. Sebelas bulan ke depan adalah sebelas bulan yang berbeda bagi kita. Semua yang telah kita upayakan dan harapkan menjadi prestasi keimanan kita selama Ramadhan lalu, kita jadikan modal menjalaninya. Kesucian jiwa yang kita harapkan sebagai buah ibadah Ramadhan lalu, frekuensi ibadah yang kini masih hangat mengisi hari-hari kita setelah selama sebulan menjadi kebiasaan, serta kesadaran baru tentang makna hari-hari ke depan semoga menjadi faktor pembeda sekaligus modal perbaikan diri.

Bagi kita hari ini, hidup fitri bukan lagi satu atau dua hari raya. Hidup fitri adalah misi utama kita mengisi lembaran-lembaran baru kehidupan. Komitmen untuk tidak menorehkan amal kehidupan selain amal yang mengarahkan lembar-lembar kehidupan tersebut kepada satu kesimpulan besar, lembar kehidupan yang baru yang bersih dengan warna yang indah.

Ada satu modal yang tetap kita miliki, yang meyakinkan diri kita untuk senantiasa mampu menjadi lebih baik, yaitu hati yang bersih. Allah memisahkan sosok manusia berdasar kualitas hatinya, sebagaimana firmannya, “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?” (QS Al An’am:122)

Kepada standarisasi inilah kita berupaya membawa diri dan hati kita. Senantiasa menjadi sosok manusia yang mengisi lembar kehidupan dengan hati yang hidup. Hati yang memahami dengan baik maksud dari ayat-ayat yang telah jelas, dan mengetahui kandungan maknanya. Ia dapat melihat dan meneliti fenomena yang terpampang di dalamnya. Ia dapat membedakan antara yang berbahaya lagi membinasakan dengan yang bermanfaat lagi membawa keselamatan.

Cara yang paling sederhana menghidupkan hati adalah menjadikan Al Qur’an sebagai isinya. Al Qur’an dengan segala keistimewaannya adalah ruh Allah yang ditiupkan ke dalam hati yang padam dan dituangkan kepada nurani yang telah mati. Dengan begitu hati menjadi hidup, bangkit dan bergerak untuk mengembalikan nilai-nilai kehidupan yang kuat dan produktif.

Maka intensitas kedekatan diri kita dengan Al Quran menjadi suatu keharusan dalam mencapai dan menjaganya.

Semoga lembar sejarah kehidupan baru yang kita jelang kali ini bkanlah rutinitas tahunan yang sia-sia. Kita memohon kepada Allah agar catatan harian lembar kehidupan kita ke depan adalah titik awal bagi kita untuk menapak hari fitri dengan kecemerlangan hati. “Ya Allah, hidupkanlah hati-hati ini dengan kitabmu dan selamatkanlah kami melalui hari-hari ini dengan kitab catatan yang membahagiakan.” Amin. Wallahu a’lam bishowwab.
Disarikan dari Al Izzah, September 2001

Wednesday, November 09, 2005

Ketika (terpaksa) Jatuh Cinta

Cinta itu indah
Cinta itu anugrah,
Ketika dikaruniai cinta, bersyukurlah.
Karena cinta akan melembutkan perasaan.
Tapi, jagalah cintamu agar tetap bersih hatimu

Kita sama-sama tahu, bahwa cinta itu anugrah. Sesuatu yang patut kita syukuri keberadaannya.
Kita juga tahu, adalah fitrah ketika jatuh cinta (kepada lawan jenis). Bahkan seorang aktivis, dengan labelnya “ikhwan” atau “akhwat”, adalah manusiawi ketika merasa jatuh cinta, merasa tertarik dengan lawan jenisnya. Karena kita menyadari, aktivis pun adalah manusia biasa.

Tapi hendaknya kita juga menyadari, bahwa cinta itu harus kita letakkan pada tempatnya yang tepat, pada waktunya yang tepat, pada orangnya yang tepat pula. Janganlah kehadiran cinta yang seharusnya membuat hidup jadi berwarna, justru membuat hidup menjadi kusam, aktivitas jadi berantakan, karena hati terbuai oleh cinta yang tidak semestinya.

Ketika kau menyadari, bahwa rasa itu telah menelusup dalam hatimu, kau punya dua pilihan, mencintai dengan benar (menikah), atau tidak sama-sekali (meninggalkan hubungan-hubungan selainnya). Kalau kau sudah siap, ungkapkan cintamu dan utarakan niatmu menikahinya. Tapi ketika kau belum siap, diamlah, jangan katakan apapun dan pupuslah perasaanmu, jangan sampai rasa itu memenuhi hatimu sehingga membuatmu lalai dari semuanya.

Aku tidak rela, kalau dengan alasan cintamu padanya, membuatmu bersemangat dalam setiap aktivitas, terlebih dalam aktivitas dakwah. Pun aku tidak rela, kalau dengan alasan cinta pula, kau meninggalkan semua aktivitasmu karena ingin melupakan dan menghindar darinya. Kita harus selalu ingat hanya Allah saja yang boleh kita jadikan sandaran, hanya harapan akan ridha-Nya yang kita jadikan alasan untuk semua gerak langkah kita.

Jangan sampai cinta membuatmu masuk dalam perangkap kesia-siaan, karena sibuk memikirkan lintasan-lintasan perasaan. Tetaplah engkau menjadi dirimu, memelihara kehormatanmu. Jangan kau nodai dan kau tanggalkan kemuliaanmu di dunia dan akhirat kelak demi kemuliaan dunia yang hanya setitik debu. Semoga firman Allah ini selalu kita ingat:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati mata, pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk setelah Allah membiarkannya sesat. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS Al Jaatsiyah:23)

Saudaraku,
Semoga kita selalu bisa meletakkan cinta kita pada pada tempat yang tepat, orang yang tepat dan waktu yang tepat. Semoga kita senantiasa ingat hanya padaNya lah cinta sejati, muara dari semua cinta.

“Cukuplah Allah yang akan menentukan ke arah mana sampan cinta akan menuju. Dan cukuplah Allah yang mengisi seberapa banyak bejana cinta di hati harus terisi”
(sajak musafir hayat)


Semoga Allah senantiasa menjaga semangat kita untuk kembali padaNya,
Semoga Allah senantiasa menjaga keberadaan rasa malu dalam diri kita.

saudaraku (di suatu tempat), untukmu risalah ini kupersembahkan
Masalah umat begitu banyak, menunggu untuk diselesaikan
Pantaskah ketika yang lain berlomba dalam berbuat kebaikan, sementara kita hanya sibuk mengurusi lintasan-lintasan hati yang menyesatkan???